Viral Mahasiswa UI Tewas

Viral Mahasiswa UI Tewas, Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau ILUNI rencananya bakal buka-bukaan, menggelar konferensi pers di kampus UI Salemba, pada Jumat (27/1/2023) hari ini. Hal itu menyikapi peristiwa kecelakaan yang menimpa mahasiswa Fisip UI, Muhammad Hasya Atallah Saputra hingga tewas di duga di tabrak eks Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. Di ketahui, informasi terkini menyebutkan, Hasya yang tewas di tabrak justru di tetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Viral Mahasiswa UI Tewas.

Viral Mahasiswa UI Tewas Kabar penetapan tersangka terhadap almarhum Hasya ini di sampaikan oleh tim advokasi keluarga Hasya, Indira Rezkisari. Indira mengatakan, tim kuasa hukum Hasya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP terkait perkara Kecelakaan Lalu Lintas No. B/42/I/2023/LLJS ini pada tanggal 16 Januari 2023. “Di dalamnya di lampirkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) No. B/17/2023/LLJS tanggal 16 Januari 2023. SP3 karena tim kuasa hukum mendapat informasi LP 585 dihentikan. Alasannya, Hasya yang ditetapkan sebagai tersangka sudah meninggal,” kata Indira kepada wartawan, Kamis (27/1/2023).

Viral Mahasiswa UI Tewas Indira menjelaskan, bahwa penetapan tersangka Hasya ini merujuk laporan tipe A atau laporan yang dibuat oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Selatan. “LP 585 dibuat atas inisiatif polisi yaitu Nomor: LP/A/585/X/2022/SPKT SATLANTAS POLRES METRO Jakarta Selatan tanggal 7 Oktober 2022. Ini LP setelah Hasya kecelakaan,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, pihak keluarga bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) rencananya akan menggelar konferensi pers di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/1/2023) hari ini. “Lengkapnya itu besok (Jumat hari ini) ya,” katanya.

Kronologi Kecelakaan

Viral Mahasiswa UI Tewas Adi Syaputra, ayah dari Hasya sebelumnya menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa anaknya hingga tewas di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Menurut Adi, saat itu pada 6 Oktober 2022 anaknya baru saja pulang dari kegiatan kampus menuju indekosnya. Saat dalam perjalanan, korban terjatuh lantaran ada orang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba. “Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis ngerem mendadak. Nah itu terus kaya goyang gitu karena rem mendadak. Nah terus terjatuh ke kanan,” ucap Adi saat di hubungi, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga  Viral Polisi Dibentak Debt Collector

Viral Mahasiswa UI Tewas Dari arah berlawanan, mobil Pajero yang di kemudikan oleh Eko pun langsung menabrak dan melindas korban yang terjatuh di jalan. Adi mengatakan anaknya tidak berkendara secara kebut-kebutan, sebab sepeda motor korban hanya sedikit mengalami kerusakan. “Ada mobil dari depan dalam hitungan sepersekian detik. Posisi tidak terlalu lambat dan kencang, ya sedanglah. Kami bisa bilang demikian karena motornya pun saat ini hanya pecah kaca spion, tidak ada lecet dan baret,” tutur Adi. Usai menabrak korban, Eko di sebut berhenti di lokasi kecelakaan namun menolak menolong korban.

“Orangnya ada kok, di mintai bawa ke rumah sakit dia nggak mau,” ucap Adi. Satu orang teman korban saat itu sudah mencoba meminta tolong kepada Eko. Alhasil, korban pun terkapar dengan kondisi berdarah di pinggir jalan. “Berhenti di mintain tolong sama teman-teman almarhum untuk membawa ke rumah sakit dia nggak mau. Sempat terkapar anak saya 20-30 menit di pinggir jalan,” beber Adi.

Hari Ini Polisi Gelar Perkara Kasus Mahasiswa UI

Viral Mahasiswa UI Tewas

Polisi akan gelar perkara terkait kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Indonesia Muhammad Hasya Atallah (18) yang di duga di tabrak pensiunan kepala polisi.

“Akan kami pastikan hasilnya bagaimana, kami juga nanti akan mengundang ahli untuk menentukan. Proses ini masih berlanjut. Pertama menentukan kasusnya, baru menetapkan tersangkanya,” kata Di rektur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Latif Usman di Polda Metro Jaya, Senin (28/11/2022). Kecelakaan yang merenggut nyawa Hasya terjadi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, pada 6 Oktober 2022. Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Joko Sutriono menyebut pensiunan kepala polisi itu tidak menabrak Hasya sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

“Bukan penabrak, bukan terlindas,” kata Joko, Sabtu (26/11/2022). Menurut Joko, Hasya justru menyerobot jalur yang dilintasi pensiunan polisi itu untuk menghindari genangan air. “Justru malah si motor ambil jalur ke kanan. Sebenarnya motor itu menghindari air jadi ngerem mendadak. Ngerem mendadak oleng jatuh motornya ke kiri, orangnya pas kena Pajero lewat,” kata Joko. “Berbarengan dengan badan dia kena mobil pas lewat Si Pajero.” FISIP UI menyatakan berduka cita dan sangat kehilangan Hasya yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga  Cerita TikTokers Alif Si Dilan KW Yang Viral Dengan Kata Rawrr

“Pimpinan dan Keluarga Besar FISIP UI mendorong upaya maksimal dari para pihak berwajib untuk menangani dan menyikapi kasus kecelakaan ini dengan bijaksana, transparan, sungguh-sungguh, dan sebenar-benarnya sesuai prosedur yang berlaku, demi menegakkan keadilan bagi keluarga dan kita semua yang di tinggalkan.”

Kronologi Lengkap Mahasiswa UI Tewas Di tabrak

Tengah ramai di bahas, seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18) tewas di tabrak mobil Pajero milik seorang pensiunan Polri, yakni AKBP (purn) Eko Setia Budi Wahono. Pelaku di ketahui mantan Kapolsek Cilincing. Kecelakaan itu terjadi pada 6 Oktober 2022, di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Kasus tersebut mencuat setelah keluarga mahasiswa UI tersebut curhat di media sosial. Di sisi lain, seperti apa kronologi lengkapnya? Simak informasinya berikut ini.

Mahasiswa UI Di tabrak Mobil Pajero

Adi mengatakan peristiwa itu terjadi pada 6 Oktober 2022 sekitar pukul 21.00 WIB. Anaknya baru saja pulang dari kegiatan kampus menuju indekosnya. Saat dalam perjalanan, korban terjatuh lantaran ada orang yang melintas secara mendadak. “Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis ngerem mendadak. Nah itu terus kayak goyang gitu karena rem mendadak. Nah terus terjatuh ke kanan,” ujar Adi saat di hubungi Suara.com, Jumat (25/11/2022). Lalu, dari arah berlawanan, mobil Pajero yang di bawa Eko langsung menabrak korban hingga terjatuh di jalan. Adi mengatakan anaknya tidak berkendara secara kebut-kebutan karena sepeda motornya tak mengalami kerusakan yang parah. “Ada mobil dari depan dalam hitungan sepersekian detik. Posisi tidak terlalu lambat dan kencang, ya sedanglah. Kami bisa bilang demikian karena motornya pun saat ini hanya pecah kaca spion, tidak ada lecet dan baret,” ungkap Adi.

Usai Di tabrak Langsung Di lindas

Tak hanya di tabrak, Adi mengungkapkan anaknya juga dilindas dengan mobil pajero yang di kemudikan oleh Eko. Alhasil, korban terkapar dengan kondisi berdarah di pinggir jalan sekitar 20-30 menit. “Iya abis di tabrak terus di lindas sama dia. Sempat terkapar anak saya 20-30 menit di pinggir jalan,” kata Adi.

Pelaku Enggan Membantu Korban

Setelah menabrak, Eko sempat berhenti namun menolak menolong korban. Permintaan ini di ajukan teman korban yang juga ada di lokasi kejadian. Ia meminta Eko membawa korban ke rumah sakit dan di tolak. “Orangnya ada kok, di mintai tolong bawa ke rumah sakit dia nggak mau,” kata Adi.

Baca Juga  Lima Sekawan Menerjang Sungai Demi Pungut Sampah

Korban Sempat Di bawa ke Rumah Sakit

Seorang teman korban sempat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian untuk mencari pertolongan hingga akhirnya warga membantu untuk mencari ambulans. Di waktu bersamaan, ia juga menelepon Adi. Adi yang mengetahui kabar itu pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat putranya. Ia kemudian mendapati anaknya sudah tak bernyawa sewaktu tiba di rumah sakit. Ia tak mengetahui secara jelas kapan tepatnya korban meninggal dunia. “Jadi informasinya setelah sampai di rumah sakit sudah meninggal. Jadi kami tidak bisa memastikan apakah dia meninggal di dalam ambulans,” ungkap Adi.

Di rumah sakit, Adi juga bertemu langsung dengan Eko. Saat itu, Eko dengan arogan dan penuh percaya diri mengaku telah menabrak korban saat di tanya oleh Adi. “Jadi sampai di situ saya cek anak saya ternyata benar. Terus saya tanyakan mana yang nabrak, dengan arogan dan gagahnya Si Eko itu bilang ‘Saya yang nabrak’,” ucap Adi.

Pihak Keluarga Laporkan Eko

Atas dasar sikap arogan Eko, Adi memutuskan membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga bercerita ketika datang ke rumah sakit, ada seorang anggota Polsek Jagakarsa yang menemaninya. “Nah jadi malam itu saya ngelihat sikap dia seperti itu saya putuskan ke pihak polsek yang ada di situ Pak Warsito itu bahwa saya minta di buatkan laporan polisi,” ungkap Adi. Setelah itu, Adi di minta untuk membuat visum. Dirinya pun bergegas ke Rumah Sakit Fatmawati. Pihak kepolisian kemudian membenarkan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelaku, Eko.

Di sebutkan pula bahwa setelah laporan di tanggal 7 Oktober 2022, ada mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Hasilnya, tidak ada titik temu karena belum ada kepastian dari polisi. Namun, kepolisian membantah karena mereka juga mengaku menunggu pihak keluarga korban.

Gelar Perkara

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutriono mengatakan akan ada gelar perkara pada Senin (28/11/2022). Nantinya, agenda ini langsung di pimpin oleh Kasubdit Gakkum Di tlantas Polda Metro Jaya AKBP Jhoni Eka Putra. “Iya (Senin (28/11/2022) penyelidikan ke penyidikan. Tinggal pihak polda kalau bisa menetukkan tersangka baru keluar SPDP,” kata Joko Sutriono saat di hubungi, Sabtu (26/11/2022).

Itulah kumpulan berita hari ini dari vidiotiktokviral sampaikan kepada sobat tiktok di rumah jika sobat tiktok ingin tau seputar onfoormasi-iinformasi lain bisa kunjungi vidiotiktiokviralnya.