Viral..Calon Pendeta di Alor

Viral..Calon Pendeta di Alor Rekam Perkosa 14 Orang untuk Ancam Korban

Viral..Calon Pendeta di Alor Rekam Perkosa 14 Orang untuk Ancam Korban

Viral..Calon Pendeta di Alor Rekam Perkosa 14 Orang untuk Ancam Korban

 

Viral..Calon Pendeta di Alor, Geger Calon pendeta di Kabupaten Alor, NTT berinisial SAS jadi tersangka kasus kekerasan seksual kepada 14 orang. SAS mengaku pernah mengalami kekerasan seksual di masa kecil. Di kutip, kuasa hukum SAS, Amos Alekssander Lafu mengatakan klien nya sudah di periksa oleh penyidik Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Alor.

Klien saya mengakui semua perbuatan nya. Pelaku mengaku punya trauma di masa lalu yakni menjadi korban kekerasan seksual di konfirmasi dari Kupang. Namun, Amos tidak memberi kan perincian kekerasan seksual seperti apa yang di alami oleh kliennya sejak kecil. Karena, kata nya, hal itu akan masuk dalam materi persidangan.

Dia tidak ingin nanti kliennya di anggap oleh masyarakat berusaha membela diri dengan memberikan alasan punya trauma masa kecil. Kasus kekerasan seksual yang di lakukan oleh SAS dengan 12 korbannya yang di dominasi anak usia 13-16 tahun terungkap setelah pada 1 September lalu. Beberapa korban membuat laporan ke Polres Alor. Hingga Jumat (16/9/2022), korban di ketahui bertambah jadi 14 orang.

Perbuatannya tersebut berlangsung sejak Maret 2021 hingga Mei 2022 yang lokasinya di lakukan di sekitar gereja tempat nya bertugas.

Untuk mencegah para korbannya melapor. SAS kemudian memvideokan dan memotret para korbannya sebagai barang bukti. Sekaligus menjadi bahan pegangan nya untuk mengancam para korban jika melapor akan di sebar video dan foto-nya.

Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto berharap agar dengan berbagai barang bukti yang ada. Seharusnya sanksi yang di terima oleh tersangka SAS maksimal.

Seharusnya bisa maksimal dengan barang bukti dan gelar perkara kasus itu,” ujar dia. Modus pelaku juga ada yang mengajak para korban untuk berdoa di Konsistori atau ruang ibadah. Bejat nya, tidak di doakan, pelaku justru menyetubuhi para korban.

Pelaku bahkan menakut-nakuti korban dengan merekam atau memvideokan saat sedang bersetubuh.

Related Posts