Usir UAS dari Negaranya, Pemerintah Singapura

Usir UAS dari Negaranya, Pemerintah Singapura: Dia Merendahkan Umat Kristen, Dia Juga Bilang Bom Bunuh Diri Operasi Syuhada

https://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Somad

Usir UAS dari Negaranya, Pemerintah Singapura. Pemerintah Singapura akhirnya buka suara setelah dikecam sejumlah pihak lantaran mengusir penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). Penceramah kontroversial itu dilarang masuk ke negara tersebut setelah memboyong keluarganya untuk berlibur ke negara Singa Putih tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterbitkan laman resmi Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura otoritas setempat mengaku tidak serta merta mengusir UAS dari negaranya, salah satu alasan yang paling mendasar adalah UAS dianggap sebagai penceramah yang menyebarkan paham ekstrimis.

Disamping itu mereka juga keberatan dengan materi ceramah UAS yang kerap menyinggung pemeluk agama lain. Tidak hanya itu pemerintah Singapura juga menyoal ceramah UAS tentang bom bunuh diri.

merendahkan anggota komunitas agama lain

“(Bom bunuh diri) itu dianggap ‘operasi syuhada’. Dia (UAS) juga pernah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal ‘jin (roh/setan) kafir,”  demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah Singapura di laman resmi mereka sebagaimana dikutip Populis.id Selasa (17/5/2022).

Tidak hanya itu, Pemerintah Singapura juga membeberkan alasan lainnya menolak kedatangan UAS, mereka mengaku tidak bisa menerima  UAS lantaran yang bersangkutan kerap  menstempel masyarakat non muslim dengan kata ‘kafir’ “Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” lanjut keterangan tersebut.

Untuk Berbagai Pertimbangan tersebut, Pemerintah Singapura menegaskan tidak dapat menerima kunjungan UAS.

“Tidak dapat diterima di Singapura, dengan masyarakatnya yang multiras dan beragam agama.” demikian tutup pernyataan MHA.

UAS menekankan bahwa dia adalah seorang pengajar

Selain itu, UAS menekankan bahwa dia adalah seorang pengajar. UAS menuturkan, sebagai seorang pengajar, dia tidak boleh berbicara sembarangan.

“Dan saya sampai hari ini masih sebagai pengajar. Saya visiting profesor di Universiti Islam Sultan Sharif Ali, masih ada kontrak. Saya mendapat honoris causa dari University Islam Internasional Antar Bangsa Selangor, Malaysia. Dan saya sarjana, saya pendidik, dosen. Saya bukan orang yang ngomong sembarangan,” katanya.

Related Posts