Tanah Longsor Terjadi DI Kabupaten Gowa Pada Dini Hari

Tanah Longsor

Tanah Longsor
Tanah Longsor, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Sulawesi Selatan (Sulsel) mengerahkan tim dalam upaya pencarian seorang warga. yang di nyatakan hilang saat bencana tanah longsor di Jalas Poros Malino, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Rabu (16/11/2022) petang.

Dari informasi yang di dapatkan pihak Basarnas, warga di nyatakan hilang saat tanah longsor itu merupakan seorang wanita bernama Jumria Di ketahui kendaraan yang ia tumpangi Jumria tertimpa tanah longsor saat sedang melintas.

Mobil yang berisi empat orang penumpang pun masuk ke dalam jurang. Dua orang berhasil selamat, satu orang di temukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara Jumria di nyatakan hilang. Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Djunaidi mengatakan, dalam upaya pencarian pihaknya mengerahkan mengerahkan 1 tim SRU (Search and Rescue Unit) berjumlah lima orang personel.

“Tim sementara dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu pencarian akibat tanah longsor. Sementara itu, beberapa Potensi SAR terdekat sudah berada di lokasi melakukan pencarian terhadap korban yang hilang,” jelas Djunaidi dalam keterangannya, Rabu malam.

Djunaidi berharap agar korban yang hilang dapat segera ditemukan, serta para petugas yang melakukan pencarian diberikan keselamatan dalam misi pencarian tersebut.”Semoga seluruh Tim SAR gabungan yang berada di lokasi diberi kesehatan dan keselamatan dalam mengemban misi kemanusiaan ini,” tukasnya.

Beredar Vidio Dan Tanah Longsor

Sebelumnya di beritakan, beredar beberapa potongan video serta foto yang memperlihatkan bencana tanah longsor terjadi di kawasan Jalan Poros Malino, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (16/11/2022) petang. Kejadian longsor ini tepatnya terjadi di Borong Sapiri batas Parang Loe Tinggimoncong. Dari video yang beredar itu, diketahui karena longsor tersebut, akses jalan terputus di sekitar lokasi.

Ada juga gambar beredar dua mobil roda empat yang nyaris jatuh akibat tertimpa longsoran tanah. Kasi Ops Basarnas Sulsel Rizal yang dikonformasi membenarkan insiden longsor itu. “Lokasi longsor di Kampung Borong Sapiri, Desa Lonjobo, Kecamatan Parangloe. Saat ini tim sudah ke lokasi,” kata Rizal kepada wartawan, pada Rabu

Malam.Hujan Lebat Guyur Gowa, 2 Mobil Tertimpa Longsor

Tanah Longsor

Beredar beberapa potongan video serta foto yang memperlihatkan bencana tanah longsor terjadi di kawasan Jalan Poros Malino, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (16/11/2022) petang. Kejadian longsor ini tepatnya terjadi di Borong Sapiri batas ParangLoe Tinggimoncong. Dari video yang beredar itu, di ketahui karena longsor tersebut, akses jalan terputus di sekitar lokasi. Ada juga gambar beredar dua mobil roda empat yang nyaris jatuh akibat tertimpa longsoran tanah. Kasi Ops Basarnas Sulsel Rizal yang di konfirmasi membenarkan insiden longsor itu.”Lokasi longsor di Kampung Borong Sapiri, Desa Lonjobo, Kecamatan Parangloe. Saat ini tim sudah ke lokasi,” kata Rizal kepada wartawan, pada Rabu malam.

Dari informasi yang dihimpun, selain mobil yang tertimbun tanah ada juga satu warga dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun tanah, satu lagi dikabarkan masih dalam pencarian.

Berikut ini data dari BPBD Gowa korban longsor Kecamatan Parangloe, Desa Lonjoboko, Kampung Borong Sapiri, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Korban Meninggal dunia

Nama: Nur Aeni
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Kasuarang
Umur:47tahun
Desa: Arabika
Kec: Sinjai Barat, Sinjai

Korban dalam Pencarian

Nama: Jumria
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Kasuarang
Umur: 37tahun
Desa: Arabika
Kec: Sinjai Barat, Kab Sinjai

Korban Selamat

1. Nama : Sindy
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat : Kasuarang
Umur: 17tahun
Desa: Arabika
Kec: Sinjai Barat
Kab sinjai

2. Nama: Kahar

Jenis Kelamin: laki-laki
Alamat: Kasuarang
Umur: 47tahun
Desa: Arabika
Kec: sinjai barat, Kab Sinjai

Tanah Longsor Kabupaten Gowa Menerjang Tiga Mobil

Tanah Longsor di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulsel menimpa mobil yang sedang melintas. Basarnas Sulsel yang menerima informasi langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarianm korban. Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Gowa, pada Rabu (16/11/2022) sore menjelang malam. Dari informasi yang diterima Basarnas Sulsel, longsoran tanah menimpa tiga unit mobil yang sedang melintas. Akibatnya satu mobil dengan 4 orang penumpang terseret masuk ke jurang. 2 orang berhasil selamat, 1 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara 1 orang masih dalam pencarian. Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Basarnas Sulsel mengerahkan 1 SRU (Search and Rescue Unit). Sedang dalam perjalanan menuju lokaai untuk membantu pencarian. Sementara itu, beberapa Potensi Sar terdekat sudah berada di lokasi melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. “Semoga seluruh Tim Sar Gabungan yang berada di lokasi diberi kesehatan dan keselamatan dalam mengemban misi kemanusiaan,” kata Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi.

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Kawasan di Bantul Dilanda Tanah Longsor

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bantul beberapa hari terakhir berdampak pada bertambahnya tingkat kejenuhan air dalam tanah. Akibatnya beberapa titik di Bantul mengalami tanah longsor dan mengancam rumah-rumah penduduk.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanto memaparkan, dalam empat hari terakhir peristiwa tanah longsor terjadi di Dusun Seropan RT. 01 dan RT. 02 Kapanewon Dlingo, di Jalan Siluk, serta di Dusun Bulusari dan Dusun Mojosari Kapanewon Piyungan.

Ia menyebutkan beberapa peristiwa tanah longsor mengancam rumah penduduk, seperti yang terjadi di Dusun Seropan RT. 01 Kapanewon Dlingo, di Jalan Siluk, dan di Dusun Mojosari Kapanewon Piyungan.”Untuk yang di Siluk dekat dengan jurang, yang Seropan kebetulan pinggirnya agak berbukit, kemudian yang Seropan RT. 01 ada rumah yang agak ke bawah bukit,” terangnya, Rabu (16/11/2012).Agus menambahkan, atas terjadinya kejadian tanah longsor yang mengancam pemukiman penduduk tersebut di beberapa titik tersebut, pihaknya mengusulkan pengalokasian dana BTT untuk ditindaklanjuti secara konstruksi oleh pemerintah.

“Sudah kita cek semua, sekarang baru proses dihitung untuk diajukan ke dana BTT. Kewenangan kami mengusulkan, biarkan tim TAPD untuk ditindak lanjuti,” terangnyaUntuk saat ini, penduduk setempat belum mengungsi di tempat lain, namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terlebih saat turun hujan. Selain itu BPBD Bantul telah memberikan bantuan logistik untuk menutupi rekahan tanah dan bantuan permakanan untuk warga.

“Kita sudah menindaklanjuti dengan memberi bantuan permakanan, yang akses jalan maupun rumahnya berbahaya yang menghadap langsung ke jurang kita berikan terpal untuk menutupi rekahan tanah yang terkikis,” ujarnya

Rumahnya Tersapu Tanah Longsor

Tiga orang meninggal dunia dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung pada Minggu (13/11/2022).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan para korban meninggal setelah rumahnya yang berada di lereng perbukitan tertimbun material longsor.

“Longsor juga menyebabkan kediamannya para korban yang berada di lereng perbukitan dengan ketinggian tiga meter itu rata dengan tanah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (14/11/2022).

Ia menjelaskan jasad para korban tersebut ditemukan pada pukul 09.20 WIB oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Basarnas, TNI, Polri, relawan bersama beberapa warga setempat.Longsor yang terjadi pada Ahad (13/11) 2022 pagi pukul 07.00 WIB itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

Kondisi tanah yang gembur dan labil menjadi faktor lain sehingga turut memicu terjadinya tanah longsor.Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Lampung hingga Selasa (15/11/2022), sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).Sebagai antisipasi, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Di samping itu, pemerintah daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang menurut BMKG masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.Lebih lanjut, BNPB meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan upaya perbaikan tata kelola lingkungan sehingga bencana seperti banjir, banjir bandang hingga tanah longsor tidak terjadi kedua kalinya

Longsor di Pesisir Barat, 3 Warga Meninggal Dunia

Tanah Longsor

Bencana tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Minggu (13/11/2022) dini hari.

Akibat longsor, tiga warga meninggal dunia, beberapa jembatan ambles dan jalan tertutup material hingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Salah satu titik yang terjadi longsor adalah di Dusun Way Kruwi, Pekon Tembakak, Karya Penggawa,Pesisir Barat. Longsor di sini mengakibatkan tiga orang yang masih satu keluarga meninggal tertimbun longsor.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Heri Sugeng membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa longsor itu disebabkan karena hujan deras melanda Pesisir Barat sejak Sabtu (12/11/2022) sore hingga Minggu dinihari.”Iya benar, longsor menimpa satu rumah dihuni tiga orang di dalamnya ditemukan meninggal dunia. Hujan juga menyebabkan dua jembatan di Pesisir Barat terputus,” kata AKBP Heri Sugeng dikutip dari Lampungpro.co–jaringan Suara.com.

Ada pun tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Ade Yorse (43), Dina Maryana (39), dan Nadila Anjelika (18). Semuanya warga Way Kruwi, Pekon Tembakak, Karya Penggawa, Pesisir Barat.Ada juga jembatan yang putus, saat ini anggota masih berada di lokasi. Nanti kami sampaikan informasi lebih lanjut,” ujar Heri Sugeng.Jembatan putus itu berada di Kecamatan Karya Penggawa, lalu jembatan Sangga Ruga di Pekon Batu raja, Kecamatan Pesisir Utara.

Tanah Longsor juga terjadi di Pekon Penengahan Kecamatan Lemong yang mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Fasilitas penerangan atau listrik tidak bisa hidup atau padam dikarenakan banyaknya tiang listrik yang roboh.

Related Posts