Seorang Siswi SMK Meninggal

Seorang Siswi SMK Meninggal Diduga Overdosis setelah Habiskan Waktu Bersama Pacar, Korban Divisum

https://id.wikipedia.org/wiki/Kekasih

 

Seorang Siswi SMK Meninggal. (sebelumnya disebut siswi SMP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga meninggal karena overdosis.

Sebelum meninggal, korban sempat menghabiskan waktu bersama pacarnya.

Pihak Kepolisian pun melakukan otopsi terhadap jenazah siswi SMK (sebelumnya disebut siswi SMP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk mengungkap sebab kematiannya.

 

Tapi dari hasil visum luar terdapat sejumlah luka di tubuh korban, salah satunya di area organ vital.

Kapolsek Agrabinta Iptu Nanda menyebutkan, sebelum dinyatakan meninggal, korban mengeluhkan pusing dan muntah-muntah.

“Pengakuan pacar korban, korban tidak ikut minum-minum saat pesta ulang tahun itu.

Tapi, soal penyebab pasti kematiannya kita masih menunggu hasil otopsi,” kata Nanda kepada Kompas.com via telepon seluler, Kamis (14/4/2022).

Sementara terkait luka yang ada pada tubuh korban, ditegaskan Nanda, berasal dari benturan saat korban terjatuh di kamar mandi lokasi kejadian.

“Sedangkan untuk luka di sekitar alat vitalnya diduga adanya paksaan, karena pengakuan kekasih korban, keduanya sempat melakukan hubungan intim,” ujar dia.

 

Disebutkan Nanda, penyidik masih intensif memeriksa kekasih korban berikut salah seorang teman korban yang ada di lokasi saat kejadian.

“Status keduanya saksi ya, kita sedang kordinasi dengan pihak polres karena kasus ini melibatkan di bawah umur,” ujar Nanda.

Tewas diduga overdosis

Sebelumnya, seorang gadis di bawah umur di Kabupaten Cianjur tewas diduga overdosis minuman keras.

 

Korban yang merupakan warga Kecamatan Agrabinta, Cianjur itu sempat dilarikan ke puskesmas setempat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Sebelum tewas, korban sempat merayakan pesta ulang tahun pacarnya di rumah salah satu teman pacar korban.

Sepulang dari pesta tersebut korban lalu mengeluhkan pusing dan muntah hingga dilarikan ke puskesmas terdekat.

Korban sempat dilakukan perawatan dan mengalami kritis usai kejadian itu.

Hingga akhirnya, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (12/4/2022), pukul 21.00 WIB.

Siswi SMK di Cianjur Ini Ternyata Juga Alami Kekerasan Seksual

Masyarakat Cianjur dihebohkan dengan berita meninggalnya seorang siswi SMK setelah pulang dari pesta ulang tahun pacarnya pada Selasa (12/4/2022).

Dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (14/4/2022), peristiwa tersebut berawal saat korban AP (16) pergi ke rumah temannya D (16) untuk merayakan ulang tahun pacarnya ID (17).

Sekitar pukul 19.00 WIB, AP bersama pacarnya ID lalu pergi ke daerah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi untuk membeli bakso.

Namun, AP kemudian mengeluh pusing-pusing sehingga AP diantarkan pulang.

Oleh orang tuanya, AP lalu dibawa ke puskesmas Agrabinta.

Tak berselang lama, kondisi AP kritis hingga nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB.

Dugaan sementara, AP diperkirakan mengalami overdosis atau keracunan makanan.

Saat diminta keterangan terkait peristiwa tersebut, Kepala Puskesmas Agrabinta Tedi membenarkannya.

dibawa ke RSUD Sayang untuk proses autopsi lebih lanjut.

Diduga, sebelum meninggal, AP juga mengalami kekerasan seksual karena terdapat lendir di organ vitalnya.

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/4/2022), kekasih korban mengaku AP tidak ikut minum-minum dalam acara perayaan ulang tahun tersebut.

“Pengakuan pacar korban, korban tidak ikut minum-minum saat pesta ulang tahun itu. Tapi soal penyebab pasti kematiannya kita masih menunggu hasil autopsi,” kata Nanda kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/4/2022).

Sedangkan untuk luka dan jejak lendir di organ vital korban diduga karena ada paksaan hubungan intim dari kekasih korban.

“Sedangkan untuk luka di sekitar alat vitalnya diduga adanya paksaan, karena pengakuan kekasih korban, keduanya sempat melakukan hubungan intim,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut atas kasus ini, salah satu teman korban dan kekasihnya yang ada di lokasi kejadian terus dimintai keterangan.

Hanya saja, status keduanya masih sebagai saksi.

“Status keduanya saksi ya, kita sedang koordinasi dengan pihak polres karena kasus ini melibatkan di bawah umur,” tutur Nanda.

 

 

 

 

Related Posts