Seorang Anak di Bintan Hilang Saat Mencari Kerang

Seorang Anak di Bintan Hilang Saat Mencari Kerang

https://id.wikipedia.org/wiki/BuayaSeorang Anak di Bintan Hilang Saat Mencari Kerang TANJUNGPINANG.Seorang anak perempuan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bernama Rina dikabarkan hilang, Senin (25/4/2020) siang.Hilangnya anak bernama Rina (12) tersebut terlupakan karena diterkam buaya muara di jembatan Kilometer 16, Jalan Lintas Barat, Kabupaten Bintan.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama saudaranya bernama Zainal dan teman, Aisyah, sedang mencari kerang di sungai. “Saya tidur di rumah, tidak tau kalau di bawa kesini. Kemarin mereka pergi ke sini juga. Saya sudah larang cucu saya dibawa, tapi masih juga dibawa,” kata Arisi, korban di jembatan Kilometer 16. Kuatnya dugaan korban telah diterkam buaya karena warga sempat melihat seekor buaya naik ke permukaan air.

Warga hewan buas tersebut tengah membawa tubuh manusia yang memakai baju berwarna merah di mulut. “Tadi kami lihat sudah di mulut buaya. Ada empat kali muncul ke permukaan,” kata seorang warga,Hingga Senin sore, keberadaan korban belum diketahui. Aparat kepolisian dan Tim Basarnas Tanjungpinang masih melakukan pencarian. “Iya, tadi saya dapat info adanya anak yang diterkam buaya,” kata Kasat Pol Air Polres Bintan, AKP Syamsurizal.

 

Begini Nasibnya Kini

Dan anak perempuan yang bernama Rina, mengalami nasib yang sangat malang. Rina (13) hilang, setelah diterkam buaya. Tepatnya di Sungai Mangrove, Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (25/4).

“Benar, kami telah menerima informasi kejadian seorang anak perempuan diterkam buaya,” ujar Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Slamet Riyadi. Slamet menyebut informasi itu diterima dari seorang anggota TNI Angkatan Laut Darmadi, sekitar pukul 17.00 WIB Berdasarkan informasi di lapangan, katanya lagi, korban sedang mencari atau lokan bersamanya di area Sungai Mangrove, sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, korban tiba-tiba diterkam buaya dan langsung dibawa ke muara sungai. “Hingga saat ini korban belum ditemukan,” ujar Slamet.

Pencarian korban yang melibatkan unsur gabungan, mulai dari Kantor SAR Tanjungpinang, Polres Bintan, TNI, BPBD, Tagana Bintan, dan masyarakat setempat.

Tim gabungan hingga Senin malam menelusuri Sungai Mangrove untuk menemukan korban, dengan menggunakan satu set rubber boat.(Antara/jpnn)

 

About the author