Sakit Hati Tak Diberi Pinjaman Uang

Sakit Hati Tak Diberi Pinjaman Uang, Karyawan Toko Habisi Bos dan Buang Jasad di Bawah Jembatan

Sakit Hati Tak Diberi Pinjaman Uang. Polres Sintang menggelar Press Release pengungkapan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang lansia pemilik toko yang sempat ramai dalam beberapa hari terakhir, Senin 27 Juni 2022.

Press release tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian S.I.K., M.Sc (Eng)yang juga turut didampingi oleh Wakapolres Kompol Wiwin Syamsul Arifin S.I.K dan Kasat Reskrim AKP Idris Bakara, S.I.K.

Pada press release ini Polres Sintang menghadirkan tersangka yang dalam hal ini merupakan seorang karyawan dari toko milik korban dengan inisial R (26) warga Kelurahan Rawa Mambok Kecamatan Sintang.

Adapun Korban berinisial TTF (60) pemilik toko aneka ban yang berada di Jalan MT Haryono KM.4 Kecamatan Sintang.

Baca juga: Warpopski, Warteg Modern Indonesia ada di jerman

Kapolres Sintang menerangkan

Tersangka pembunuhan telah ditangkap. Dia pria berinisial RN (27). Tak lain adalah karyawan di toko ban milik korban. “Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat tidur di indekosnya,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sintang AKP Idris Bakara saat dihubungi, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Bakara, pengungkapan kasus tersebut berawal dari rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan tersangka cekcok dengan korban. “Setelah cekcok, tersangka mengambil sepotong besi dan memukulkan ke kepala korban,” ujar Idris. Menurut Idris, korban kemungkinan langsung tewas saat dipukul dengan potongan besi. Kemudian, dini hari pukul 02.00 WIB, tersangka membungkus jenazah korban menggunakan kardus dan dimasukkan ke dalam karung plastik. “Kemudian jemazah korban dibuang di bawah jembatan,” ucap Idris.

Jenazahnya ditemukan di dalam sebuah karung di bawah

Diduga korban pembunuhan,” kata Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian kepada wartawan, Jumat sore. Menurut Tommy, sebelum jenazahnya ditemukan, Susanto telah dilaporkan hilang pada Kamis (16/6/2022). Tommy menerangkan, tetangganya merasa curiga karena selama 11 hari, korban tidak ada kabar serta membuka toko. “Dari laporan itu, kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di toko korban,” ucap Tommy. Pihak kepolisian, lanjut Tommy, melakukan olah tempat kejadian perkara di toko korban dan mendapati percikan darah di sejumlah tempat di toko korban. “Saat dilakukan penyelidikan, ditemukan bercak darah di kursi kasir tempat biasa korban duduk,” kata Tommy.

Baca juga: Mari Kita Lihat Bagaimana Tipe Tubuh

Related Posts