Sadis! Anak 12 Tahun di Medan Di perkosa

Anak Perempuan 12 Tahun di Medan Di perkosa

Sadis! Anak 12 Tahun di Medan Di perkosa Bertahun-tahun hingga Terjangkit HIV

Anak Perempuan 12 Tahun di Medan Di perkosa

Sadis! Anak 12 Tahun di Medan Di perkosa, Anak perempuan berusia 12 tahun berinisial J di duga menjadi korban pemerkosaan yang di lakukan orang-orang terdekat nya selama bertahun-tahun. Kini, dia menjalani perawatan intensif di RSUP H Adam Malik Medan lantaran terinfeksi HIV.

Kasus itu telah di laporkan ke polisi dengan nomor laporan STTLP/2716/VIII/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/Polda Sumut. J mendapat pendampingan hukum dari Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (Pertidi).

Ketua Umum Pertidi, David Angdreas menceritakan berdasarkan pengakuan J, sejak bayi hingga usia 7 tahun atau pada 2017, ia tinggal bersama ibunya di Medan. Ibunya telah berpisah dengan ayahnya. Di rumah tersebut, mereka tinggal dengan pacarnya ibunya, inisial B. Ibunya bekerja pada malam hari dan J sering di tinggal berdua bersama B,” ujar David melalui keterangan tertulisnya. Dari pengakuan J, kata David, B adalah orang yang pertama kali melecehkannya.

Tak lama, ibunya meninggal dunia. J kemudian di rawat ayahnya. J tinggal bersama neneknya berinisial K dan adik neneknya, pria berinisial CA. Di tempat itu J di duga di cabuli CA. “Atas kejadian itu, CA diusir dari tempat tinggal mereka. Lalu, nenek korban mengajak J ke Palembang di tempat keluarga yang lain.

Akibat Lilitan Utang Yang Menumpuk

Sementara itu ayah J, lari dari rumahnya, di karenakan utangnya terlalu banyak,” sebutnya. Tak berapa lama, J bersama neneknya kembali ke Medan. Dia tinggal bersama anak dari kakak neneknya berinisial A, kurang lebih dua tahun atau tepatnya hingga 2021.

A di duga merupakan mucikari. Dari pengakuan J, dia bersama anak A sempat di ajak menemui seorang pria. Setelah melayani pria, mereka di beri uang Rp300 ribu. Pria itu mau bersama anak A dan anak A menolak tetapi di pukul oleh A. Karena dimarahi, akhirnya anak A menyetujuinya.

Lalu anak A dan J di bawa ke suatu tempat tapi J lupa di mana,” ungkapnya. Selama di rumah A, J tak hanya mendapat perlakuan kasar. Tapi juga kerap mengalami kekerasan seksual. Al, suami A juga pernah menelanjangi J karena di tuduh mencuri.

“J sering mendapatkan perlakuan kasar dari A, salah satunya dari suami A yakni Al. Tidak berselang lama, korban pindah ke rumah teman neneknya selama 8 bulan. Kemudian dia pindah lagi. Kini bersama keluarganya berinisial AY,” terangnya. Namun baru tiga bulan tinggal di rumah AY, J mengalami sakit dan tak kunjung sembuh.

J lantas menjalani pemeriksaan, ternyata ia di diagnosa positif HIV. Saat itu sudah di cari dokter tidak sembuh sehingga nenek J minta AY menghubungi Team Fortune Community, untuk membantu pengobatan J. Di rumah sakit dilakukan tes dan dokter mengatakan bahwa J positif HIV,” kata David.

Terpisah, Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Mardianta belum banyak berkomentar. Dia mengatakan akan mengecek laporan korban. “Saya cek dulu ya,” katanya.

 

Related Posts