Nasi Padang Babi

Nasi Padang Babi Yang Lagi Viral

Nasi Padang Babi

Nasi Padang Babi, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin angkat bicara terkait adanya rumah makan nasi padang “Babiambo” yang menjual menu rendang babi.

Novel menilai praktek jual daging babi dengan mengatasnamakan rumah makan padang, sangat mencoreng dan melukai orang Padang.

“Tindakan penjual daging babi atas nama rumah makan padang jelas sangat mencoreng dan melukai orang padang.

karena rumah makan Padang sudah jelas 100% halal dan adat Padang sudah lekat dengan syariat Islam yaitu adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

Ia pun meminta aparat kepolisian mengusut penjual nasi padang babi yang telah membuat kegaduhan bukan hanya terhadap orang Padang.

namun umat Islam.Kata dia, jika tidak ditindak tegas, dikhawatirkan dapat menyulut umat Islam.

“Untuk itu polisi harus usut dan tangkap karena jelas sudah membuat kegaduhan yang bukan orang Padang saja yang marah akan tetapi umat Islam marah dan kalau tidak ditindak tegas bisa menyulut umat Islam untuk membuat perhitungan sendiri,” ungkap Novel.Menurut Novel, hanya di rezim pemerintahan saat ini, segala tindakan yang menyerang syiar Islam terus terjadi. Bahkan kata Novel, hal tersebut juga melemahkan nilai nilai agama Islam dan melemahkan Pancasila.”Dengan tujuan akan terus terjadi pelemahan pelemahan nilai nilai agama Islam, yang otomatis juga melemahkan pancasila yaitu dalam sila pertama ” Ketuhanan yang Maha Esa ” yang dimana dimasa sebelum rezim ini tidak pernah terjadi,” papar dia.

Masakan Padang Non-Halal Viral

 

Rumah makan Padang bernama ‘Babiambo’ menjadi topik hangat hingga menyebabkan kata Non Halal masuk menjadi salah satu trending topik Twitter Indonesia pada Jum’at lalu.

Viralnya rumah makan Padang non-halal tersebut diketahui disebabkan oleh beberapa tokoh publik yang akhirnya angkat suara memberikan protes terkait kehadiran rumah makan tersebut, salah satunya Ustadz Hilmi Firdausi.

Baca Juga  Motif Pelaku Bom Astana

Dalam cuitan akun pribadi sosial media Twitter milik Ustadz Hilmi, dirinya tampak turut menyinggung kehadiran rumah makan tersebut yang dinilai merusak citra masakan Padang.

“Menurut saya ini sudah melampaui batas. Warga Minang teguh dengan prinsip ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH. Masakan Padang terkenal di dunia karena citarasa, kelezatan & kehalalannya. Tolong jangan rusak itu. Kalaupun trick marketing, ini sudah kelewatan. Semoga segera diambil tindakan,” tulisnya.Selain itu, dalam unggahan tersebut juga dirinya terlihat mengunggah tangkapan layar mengenai sosial media Instagram milik rumah makan Babiambo yang mencantumkan keterangan “First in Indonesia, a Non-Halal Padang Food” lengkap dengan jumlah pengikut dan jumlah postingannya.

Non-Halal Padang Food

Nasi Padang Babi

Cuitan tersebut lantas menarik perhatian publik dengan mendapatkan sekitar 7,5 ribu retweet dan 3 ribu komentar.

Banyak netizen pada kolom komentar dan retweet yang tak setuju akan protes yang ditulis oleh Ustadz Hilmi sehingga memberikan beberapa tanggapan dengan membandingkan beberapa masakan non-halal yang diolah menjad halal namun tak dipermasalahkan, bahkan beberapa netizen memberikan sindiran terkait cuitan tersebut.”Memang kenapa sih? Banyak loh masakan yang awalnya terkenal tapi bahannya haram ujung-ujungnya di olah kembali denga bahan-bahan halal, biar semua bisa menikmati, apa yang kayak gini juga musti dipermasalahin? apanya yg merusak? toh rempahnya sama,” ketik netizen.

“gini dah. yang dia ambil konsep bumbu bumbu nya. ntah itu gulai, rendang, dimana seingat saya kata rendang itu diambil dari kata marandang. then,kenapa ya konteks adat istiadat dicampuri dengan agama(dalam hal ini masakan)? tolong yang dilihat konteks resep nya,” jelas netizen.”Sampe geleng-geleng saya sangking herannya. Kayaknya sila ke-1 di Pancasila cuma pajangan aja ya. Dan semboyan Bhineka Tunggal Ika tuh cuma ukiran. Bukti nyatanya masih jauh di bawah rata-rata. Mohon maaf bagi siapapun yg baca komenan ini saya ingatkan lagi Indonesia ini heterogen ya gak cuma umat/saudara muslim doang yang tinggal di sini. Dari ujung barat sampai timur macam2 banget, anda pasti gak sanggup jika disuruh menghitung sendiri perbedaannya,” sindir netizen.

Baca Juga  Tanah Longsor Terjadi DI Kabupaten Gowa Pada Dini Hari

Geger Makanan Nasi Padang Babi Rendang

Jagat media sosial sempat digegerkan dengan kasus warung makan Padang non halal.

Betapa tidak, rumah makan yang berada di wilayah Jakarta itu menyajikan menu yang tak biasa, yakni rendang babi dengan nama Babi Ambo.

Pegiat media sosial sekaligus pendakwah Hilmi Firdausi menyebut tindakan pemilik rumah makan tersebut sudah melampaui batas.

“Menurut saya sudah keterlaluan,” ujarnya melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Sabtu (11/6/2022). Menurutnya, masyarakat Minang.

memiliki budaya yang taat pada ajaran Islam sehingga tidak memungkinkan untuk dilanggar. menyediakan produk non-halal di rumah makan padang.

“Warga Pengantin tegas dengan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.“

Masakan padang terkenal di dunia karena rasa, kelezatan dan kehalalannya,” lanjutnya Kemudian dia berharap ada yang segera menegur pemilik restoran tersebut.

“Kalaupun tik marketing, ini sudah kelewatan. Semoga segera diambil tindakan,” pungkasnya.“Itu dijelasin non halal, dagang mah, sah-sah aja asal sudah ada keterangannya. Mungkin itu buat kalangan tertentu. Kecuali kalau nggak ada keterangan dan melabeli halal padahal isinya non halal,” ucap akun @mr****.

“Bener ente bung dagang sah sah aja, tapi menyandingkan B**i dengan identik bahasa Padang (yang orang-orangnya religius) adalah sebuah ketidakpatutan,” jawab akun @su***.

“Maaf ustadz, nggak ada niat mau bela atau gimana, tapi beneran butuh jawaban karena nggak tahu kan si penjual bener melabeli dagangannya. dengan label non-halal, dan makanan itu ditujukan berarti untuk yang diluar muslim yang ada di Padang, jadi salahnya dimana ya ustadz?,” ucap akun @82***.

“Ngga perlu pakai babi juga udah enak itu nasi Padang. Ribet amat,” sahut akun @yo*** mengomentari cuitan Ustaz Hilmi Firdausi.

Gubernur Soroti Menu Nasi Padang Babi

Nasi Padang Babi

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah turut menyoroti ribut-ribut soal menu babi masakan Padang.

Baca Juga  Nikita Mirzani Ngamok Di Persidanggan

Diketahui, menu nasi padang babi ini berasal dari Restoran Babiambo Nasi Padang Babi yang berlokasi di Kelapa Gading Timur,

“Ini tak boleh terjadi, karena masakan padang, atau masakan minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya.

yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK. Seluruh masakan pakai nama padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas,” kata Mahyeldi, dikutip dari Covesia.com – jaringan Suara.com, Sabtu (11/6/2022).

Mahyeldi meminta agar tempat usaha tersebut diselidiki izin usahanya, termasuk pemiliknya apakah orang Padang atau tidak.

Mahyeldi juga sudah meminta melalui Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) yang ada di Jakarta melakukan pengecekan.

apakah restoran tersebut sudah mempunyai izin dari Dinas atau Sudin Parekraf dan PTSP.”Intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang non halal,

kita harus pastikan masakan padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh umat muslim. Kedepan harus ada sertifikasi oleh IKM, mana yang asli padang, mana yang bukan, nanti ada stikernya,” imbuhnya.

Gubernur juga merespon terkait keberadaan restoran tersebut yang ada di aplikasi layanan pesan antar. Pihaknya menyampaikan restoran Babiamboo itu sudah di hapus dari daftar restoran pada aplikasi layanan pesan antar makanan.

Terkait dengan di Sumbar, Gubernur mengatakan, mempedomani Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021.

Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, memberi ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan jaminan produk halal.

“Seiring dengan hal tersebut Pemda Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2020.

Tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan industri halal.

dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha produk halal khususnya pelaku dibidang kuliner baik usaha makanan.

dan minuman untuk berpartisipasi melakukan sertifikasi halal,” pungkasnya.

Previous post Hasil Piala Dunia
Pemerkosaan Prajurit Kowad Next post Pemerkosaan Prajurit Kowad