Kisah Teragis Tenaga Kesehatan Di Papua

Kisah Teragis Tenaga Kesehatan

Kisah Teragis Tenaga Kesehatan, Aksi Biadab Teroris KKB Lecehkan Nakes Wanita hingga Tewas, PPNI-IDI Buka Suara.

Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan aksi biadab usai membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Para nakes wanita yang melarikan diri ditendang ke jurang lalu dilecehkan, Bahkan  Diketahui salah satunya tewas.

Ketua Umum Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah ikut buka suara dan mengutuk keras aksi tersebut.

Harif meminta baik-baik kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengedepankan sistem keamanan bagi para tenaga kesehatan, khususnya mereka yang bertugas di kawasan konflik.

“Menjamin keselamatan tenaga kesehatan baik secara fisik, maupun non fisik tidak terbatas melakukan pengkawalan di fasyankes,” seruan PPNI dalam keterangan tertulis yang diterima

Adapun PPNI meminta para pelaku untuk segera ditindak tegas atas perlakuan kekerasan kepada para nakes, sekaligus memastikan kejadian seperti itu tak kembali terjadi.

PPNI berduka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang nakes Gabriela Meilan di DIstrik Kiwirok tersebut.

“Kepada KKB untuk menghentikan segala bentuk penyerangan dan kekerasan kepada tenaga kesehatan yang bertugas melayani kemanusiaan dimanapun tempat mereka ditugaskan termasuk daerah yang berada pada daera konflik sosial,” lanjut PPNI.

Dalam keterangan terpisah, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga meminta polemik tersebut segera diselesaikan, pemerintah dan aparat diminta tegas turun tangan dalam menghukum para pelaku.

Sementara itu, IDI berharap para nakes saat ini diamankan terlebih dahulu.

“Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman,” jelas Ketua Umum PB IDI dr Daeng dalam keterangan tertulis

Ratusan Nakes di Papua Tuntut Jaminan Keamanan Imbas Penyerangan KKB

Kisah Teragis Tenaga Kesehatan

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, meninggal dunia setelah mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Nakes tersebut bernama Gabriella Meilani, ia merupakan perawat di Puskesmas Kiwirok.
Menanggapi hal ini.

Ikatan okter Indonesia (IDI) wilayah Papua mengecam aksi kriminal tersebut dan menyerukan pernyataan sikap meminta jaminan keamanan dan keselamatan untuk setiap nakes demi kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh Papua.

“Mereka meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI-POLRI untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua.

” kata Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear, SpB(K), dikutip dari siaran pers yang diterima

“mereka juga meminta kepada pemerintah provinsi Papua melakukan koordinasi dengan Pemerintah KotamadyaKabupaten.

para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas.

Bahkan Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi berulang sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan tenang tanpa ada tekanan maupun rasa takut,” sambungnya.

Dengan adanya kejadian ini, dr Donald mengatakan pelayanan kesehatan di Papua bisa menjadi terganggu. Pasalnya.

berkurangnya nakes dapat berdampak terhadap masyarakat Papua yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan.

Sebagai penghormatan kepada Gabriella Meilani, pada Kamis (16/9/2021),

IDI Papua bersama dengan 250 nakes menggelar aksi long march mengelilingi jalan protokol di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Para nakes memasang pita hitam seraya menyalakan 1,000 lilin di sepanjang jalan sebagai tanda duka.

“Saat ini, seluruh para tenaga kesehatan yang selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura,” tulis siaran pers tersebut.

Nakes Gugur Diserang KKB di Papua, Ini Kata Kemenkes

Tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, mengalami kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Akibat dari insiden ini, satu orang nakes meninggal dunia.”Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi, sehingga sdri Gabriela Meilan gugur dalam melaksanakan tugas”

kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Widyawati, Kamis (16/9) di Jakarta.

Kemenkes menyebut peristiwa kekerasan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, terjadi pada Senin (13/9).

Dari 10 tenaga kesehatan, sebanyak 8 orang mengamankan diri di pos TNI.

Dua tenaga kesehatan, GabriellaMeilani dan Kristina hilang. Mereka ditemukan anggota TNI-Polri di dasar jurang, Rabu (15/9). Kristina ditemukan selamat, sementara Gabriella meninggal dunia.

“Tenaga Kesehatan merupakan garda terdepan dalam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga keselamatan menjadi hal utama.

Terlebih lagi Indonesia masih menghadapi pandemi COVID-19 di mana tenaga kesehatan sangat krusial,” tambah drg Widyawati.

Diberitakan sebelumnya, KKB melakukan pembakaran terhadap jumlah fasilitas kesehatan, gedung sekolah, hingga bank saat penyerangan di Kiwirok.

Adapun fasilitas publik yang dilaporkan antara kantor lain Distrik.

Kantor Kas Bank PapuaKiwirok, PuskesmasKiwirok, Rumah Dokter, BarakNakes, SD Inpres, Rumah Guru dan Pasar.

Related Posts