Kepala Bayi Meninggal Tertinggal di Rahim

Kepala Bayi Meninggal Tertinggal di Rahim Ibu usai Gagal Di lahirkan gegara Sungsang

Kepala Bayi Meninggal Tertinggal di Rahim Ibu usai Gagal Di lahirkan gegara Sungsang

Kepala Bayi Meninggal Tertinggal di Rahim Ibu usai Gagal Di lahirkan gegara Sungsang

Kepala Bayi Meninggal Tertinggal di Rahim. Di ketahui, belakangan ini viral berita Kepala bayi meninggal tertinggal di dalam rahim ibu selama persalinan yang gagal. Bayi itu gagal di lahirkan karena sungsang, Insiden mengejutkan itu terjadi pekan lalu di sebuah rumah sakit amal di distrik Tharparkar, Pakistan.

Setelah kelahiran sungsang yang ceroboh, ibu tersebut di laporkan di pindahkan ke rumah sakit lain sejauh 51 mil dengan kepala bayinya masih berada di dalam dirinya. Namun, setelah mengetahui fasilitas itu juga tidak dapat merawatnya, dia kemudian di kirim ke yang lain di kota Hyderabad, hampir 134 mil jauhnya.

Di sana kepala bayi akhirnya di angkat melalui operasi perut setelah rahimnya pecah. Kepalanya tersangkut setelah melahirkan batang tubuh karena pengiriman dilakukan oleh tangan yang tidak berpengalaman,” kata seorang pejabat tinggi kesehatan provinsi Sindh. Dalam sebuah pernyataan selama akhir pekan.

Reaksi petugas kesehatan distrik Tharparkar

Sementara itu, petugas kesehatan distrik Tharparkar dokter Greesh. Beliau mengatakan kepada VICE World News, bahwa ibu bayi itu di yakini berusia 52 tahun. Saat ini masih dalam pemulihan teratur.

Dia menambahkan, bahwa penyelidikan atas serangkaian kegagalan medis yang mengejutkan di balik pasien rujukan itu sedang berlangsung. Menurut angka UNICEF, Pakistan telah mencatat 54 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Angka yang dua kali lebih tinggi dari negara tetangga India

dan setidaknya 10 kali lebih tinggi dari negara maju lainnya. Meski statistik tersebut telah menunjukkan peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Banyak daerah pedesaan yang dilanda kemiskinan seperti Tharparkar masih tertinggal jauh di belakang. Seperti Di daerah-daerah pedalaman itu,

sedikitnya 16 persen persalinan menerima tingkat bantuan medis yang memenuhi syarat yang dapat diterima. “Dokter khusus tidak tersedia di wilayah tersebut. Wanita dan anak-anak mereka terus sekarat,” kata jurnalis kesehatan yang berbasis di Karachi, Muhammad Waqar Bhatti. ”

Dokter spesialis dan ginekolog tidak mau menginjakkan kaki di wilayah ini karena keterbelakangannya,” ucapnya lagi.

Related Posts