pewarna rambut

Bahaya Pewarna Rambut Bebahan Kimia

pewarna rambut
Bahayanya Pewarna Rambut , Belakangan, viral kisah wanita di Bogor mengidap leukemia. Ia menduga penyakit itu muncul karena hobinya mengubah warna.

Namun, menurut spesialis kanker spesialis penyakit dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (kanker) Prof drf Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, sejauh ini tidak ada bukti langsung yang menyimpulkan rambut menjadi pemicu leukemia.

Penjelasan Tentang Bahaya Dari Pewarna Rambut

Cat atau pewarna rambut memang mengandung beberapa zat kimia. Hal ini oleh dokter kulit di India Dr Geeta Oberoi.

Pewarna rambut mengandung zat tidak berwarna seperti amina aromatik dan fenol. Zat ini mengandung hidrogen peroksida kimia, yang bekerja seperti zat pemutih, dengan memecah melanin di rambut Anda, beber Dr Geeta Oberoi yang dikutip dari Times of India.

Beberapa pewarna mungkin juga mengandung komponen yang dikenal sebagai ppd, atau bahkan timbal dan merkuri, sambungnya.

Jika di gunakan dalam jangka panjang, bahan kimia ini meresap ke dalam kulit melalui kulit kepala. Asap yang mereka keluarkan saat reaksi kimia terjadi bisa terhirup, dan menyebabkan komplikasi kesehatan di kemudian hari.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut efek samping penggunaan pewarna rambut permanen:

1. Kerusakan Rambut

Pewarna rambut permanen sering mengandung amonia (atau bahan kimia serupa dan peroksida. Amonia menembus batang rambut dan peroksida menetralkan (atau) kecemasan pigmen alami di rambut, hingga menghilangkan warna. rambut.

Di kutip dari Stylecraze, hal ini dapat menyebabkan kilau rambut hilang dan rambut mudah patah. Cara untuk mengatasinya adalah dengan rambut.

2. Reaksi Alergi

Tidak jarang pewarna rambut menyebabkan reaksi alergi, terutama karena pewarna rambut permanen mengandung paraphenylenediamine yang merupakan alergen umum.

Orang yang memiliki kontak dermatitis sangat rentan terhadap reaksi karena PPD dan bahan kimia lain yang ada dalam pewarna. Orang dengan kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis, juga sensitif terhadap pewarna rambut.

Dalam kasus yang lebih ringan, pewarna permanen dapat menyebabkan gatal, iritasi kulit, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit atau area sensitif lainnya seperti wajah serta leher.

Semakin banyak seseorang, semakin besar kemungkinannya mengalami reaksi yang merugikan. Meski sebelumnya tidak memiliki riwayat alergi yang disebabkan oleh pewarna rambut.

3. Dampak Pada Fertilitas (Kesburan)

mungkin tidak benar-benar dapat mempengaruhi kesuburan atau kehamilan. Sebab, penelitian terkait hal ini masih belum menemukan kepastian. Namun, disarankan untuk menghindari pewarna rambut jika ingin hamil.

4. Rambut Rontok

Dikutip dari Times of India, zat pewarna rambut yang berbahaya dapat menyebabkan kerusakan, karena membuat rambut lemah. Akibatnya rambut mudah patah, rontok, dan menipis karena bahan kimia yang ada dalam pewarna rambut.

5. Konjungtivitis

Apabila pewarna rambut yang mengandung bahan kimia mengenai area sensitif pada wajah, seperti mata, dapat menyebabkan konjungtivitis atau mata merah muda. Dalam kasus-kasus lain, itu bisa memicu memicu dan menemukan pada mata yang parah.

6. Asma

Asma juga menjadi salah satu gejala reaksi alergi yang parah terhadap pewarna rambut. Jika ada bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut secara terus-menerus, dapat menyebabkan batuk, mengi, radang paru-paru, tenggorokan, hingga serangan asma.

Benarkah Kucing Rambut Bisa Bikin Leukimia? Ini Penjelasan Ahli Kanker

Pewarna Rambut
Mewarnai rambut seperti sudah menjadi tren muda-mudi saat ini. Mereka bahkan rela merogoh kocek yang tidak murah hanya untuk bereksperimen dengan warna.

Namun apakah rambut aman untuk kesehatan?

Memang ada beberapa jurnal internasional yang membahas mengenai kaitan antara cat rambut dan risiko leukemia. Namun, kesimpulan penelitian tersebut menyebutkan belum ada kaitan langsung antara keduanya.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko leukemia menurut Prof Zubairi salah satunya radiasi dari nuklir nuklir. Terbukti banyak korban ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang mengidap leukemia beberapa tahun setelah kejadian tersebut.

Senada, spesialis onkologi dr Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM, dari RS Kanker Dharmais mengatakan meskipun paparan zat kimia merupakan faktor risiko kanker pada pemakaian terus menerus, cat rambut bukan merupakan faktor utama penyebab leukemia.

Terjadinya kanker membutuhkan multifaktor. Apakah pewarna rambut bisa kena kanker, belum tentu juga. Tapi bahwa dia faktor risiko, jawabannya ya, beber dr Noorwati.

Beberapa faktor risiko leukemia antara lain:

genetik radiasi
penyisihan
Riwayat keluarga
Mutasi
Riwayat down syndrome

Gejala Awal Kena Leukemia, Benarkah Terkait Kucing Rambut?

Di cerita kan oleh seorang wanita yang sedang viral gara-gara sering ubah warna cat rambut nya Di bogor.

Gejala awal yang ia rasakan adalah demam yang tak kunjung turun selama lima hari. Selain itu penuh lebam dan memar bak habis kecelakaan.

Tidak ada yang tahu bertahan apa yang menyebabkan leukemia. Spesialis hematologi dan onkologi dr Aru W Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM dari RS Siloam mengatakan sejauh ini belum ada bukti untuk meningkatkan risiko terkena kanker darah. Bisa jadi ada faktor lain di luar hal tersebut yang menyebabkan terjadinya leukemia.

“Belum tentu ada sebab akibat,” kata dr Aru dalam pesan singkat.

Dikutip dari Mayo Clinic, leukemia adalah jenis kanker darah yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel darah putih. Tubuh memang memproduksi darah putih, namun kelebihan kadar leukosit akan berdampak buruk bagi tubuh.

Tidak ada yang tahu bertahan apa yang menyebabkan leukemia. Orang yang mengidapnya biasanya memiliki kromosom tertentu yang tidak biasa, tetapi kromosom tersebut tidak menyebabkan leukemia.

Gejala leukemia bervariasi, tergantung pada jenisnya. Tanda dan gejala leukemia yang umum meliputi:

  • Demam atau Kelelahan Kelelahan
    terus-menerus
    Penurunan berat badan drastis Pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan hati atau limpa mudah
    berdarah atau memar
    Mimisan berulang
    Bintik-bintik merah kecil di kulit
    Keringat berlebihan, terutama di malam hari
    Nyeri tulang

Related Posts