Ayah Banting Anaknya di Filipina Hingga Tewas

Ayah Banting Anaknya di Filipina Hingga Tewas

https://id.wikipedia.org/wiki/Ayah

Ayah Banting Anaknya di Filipina Hingga Tewas. di Filipina diduga karena obat-obatan terlarang. Video ayah banting anaknya sendiri yang terjadi di Filipina akhir-akhir ini menggemparkan jagat publik.

Pasalnya dari video yang banyak beredar di media sosial, terdapat video viral yang memperlihatkan perbuatan kejam seorang ayah yang membanting anaknya berkali-kali ke aspal jalan.

Melansir dari akun Tiktok @tempatku***, diketahui bahwa akibat aksi kejam itu, sang anak akhirnya tewas.

Diduga, aksi brutal yang dilakukan oleh ayah yang membanting anaknya di jalan itu merupakan tindakan yang dipengaruhi oleh obat-obatan terlarang.

Melansir dari laporan yang disampaikan media ABS-CBN, ayahnya mengangkat bocah itu sebelum berulang kali membanting anak di bawah umur itu ke aspal jalanan.

Tampak video brutal ayah banting anak di jalan di rekaman oleh kamera pengawas pada hari Rabu pukul 9:30.

“Ayah, mengapa kamu melakukan ini padaku,” kata anak itu seperti dikutip oleh ibunya.

Melihat aksi kejam itu,tetangga kemudian turun tangan, tetapi anak itu telah meninggal karena luka-lukanya yang parah.

Polisi Rodriguez, dengan bantuan penduduk setempat, kemudian menangkap ayah dari anak itu.

Menurut klaim istrinya, pelaku yang tak lain adalah ayah korban, sebelumnya sempat dikunci di rumah karena dia telah memicu kemarahan karena penggunaan obat-obatan terlarang di masa lalu, tetapi dia bisa melepaskan diri.

Tingkah lakunya sebelum kejadian mungkin menunjukkan bahwa dia dipengaruhi oleh obat-obatan, menurut penyelidikan yang dilakukan oleh polisi setempat.

Istri pria itu merasa marah atas tindakan suaminya.

Selanjutnya, pelaku ditempatkan di pusat penahanan Rodriguez, tetapi dia mulai membenturkan kepalanya ke dinding setelah proses pemeriksaan, kata polisi.

Dia dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak mencapai fasilitas medis, hingga akhirnya meninggal dunia.

1. Pelaku Adalah Ayah Kandung Korban

Pelaku penganiayaan hingga menyebabkan kematian tak lain adalah ayah kandung korban. Ia adalah Erano Veraces, Seorang pekerja bangunan berusia 26 tahun.

Erano Veraces memiliki seorang anak lelaki dan Istri yang tengah hamil tua.

Dari informasi yang beredar, disebutkan motif sang ayah banting anak di jalan secara brutal adalah lantaran istrinya tak mau diajak berhubungan badan.

 

Istrinya yang tengah hamil tua, merasa keberatan dengan permintaan suaminya yang cenderung memaksa di tengah kondisi badannya yang tak stabil.

Korban Berusia 7 Tahun

Diketahui, korban adalah Erron Vareces, seorang belia berusia 7 tahun yang tak lain adalah anak kandung pelaku.

Erron diketahui tengah bermain bersama teman-temannya sesaat sebelum insiden tersebut terjadi.

Saat melewati jalan, ayahnya, secara brutal mengahampiri dan langsung membantingnya hingga berkali-kali.

“Ayah, mengapa kamu melakukan ini padaku,” kata anak itu seperti dikutip oleh ibunya, dilansir dari Ibtimes, Minggu 8 Mei 2022.

Tetangga kemudian turun tangan, tetapi anaknya telah meninggal karena luka-lukanya pada saat mereka dapat menghentikan ayahnya itu.

Baca Juga: Link Video Anak Kecil di Banting Ayah Viral, Begini Profil dan Biodata Keduanya

2. Terekam Kamera Pengawas

Detik-detik penganiayaan seorang ayah banting anak di jalan ini terekam oleh kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Rekaman video itu terlihat terjadi pada Rabu, 27 April 2022 pada pukul 09.30 pagi waktu setempat.

Rekaman video ayah banting anak di jalan telah beredar luas di media sosial hingga ke Indonesia.

Banyak netizen yang mengecam aksi brutal dalam video tersebut.

3. Dilakukan Sambil Telanjang Bulat

Sebagaimana terlihat dari video yang beredar, pelaku dengan telanjang bulat lari menghampiri anaknya hingga melakukan penganiayaan.

Pelaku berlari tanpa mengenakan pakaian ke tengah jalan dan menarik bocah tujuh tahun itu dan membantingnya ke aspal.

4. Punya Riwayat Mengkonsumsi Narkoba

Melansir dari Ibtimes, Kepolisian setempat menyebut terdapat dugaan bahwa melaku memiliki riwayat mengkonsumsi narkoba di masa lalu.

“Diduga ada catatan masa lalu yang mengindikasikan pria itu terlibat dengan narkoba, dan itu adalah salah satu hal yang kami selidiki,” kata kepala polisi Rodriguez, Letnan Kolonel Marcelino Pipo.

Pelaku sebelumnya juga sempat dikurung dirumahnya karena beberapa kali membuat marah warga setempat.

5. Pelaku Meninggal Keesokan Harinya

Melansir Manila Bulletin, Pelaku alias ayah korban, meninggal dunia sehari setelah aksi kejam membanting anaknya di jalan.

Berdasarkan laporan dari Kantor Polisi Rodriguez, tersangkan, Erano Veraces, dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit saat tengah hari pada Kamis, 28 April 2022.

Polisi mengakatakan, bahwa sebelum kematian Verace, dia terlihat membenturkan kepalanya ke dinding dalam fasilitas penahanan polisi tak lama setelah dia datang dari proses pemeriksaan sebelum Rabu siang.***(Akmal Barokah Al Husaini-Trenggalekpedia)

 

Related Posts